Rahmat melampaui kemustahilan

Rahmat melampaui kemustahilan

Autumn weather September 29

2Kor 8:1-9; Mat. 5:43-48

 

Di dalam perjanjian lama, mencintai musuh itu tidak lazim bahkan tidak dibenarkan oleh agama seperti dikatakan Mz 139:21.

Justifikasi ini mengambil bentuk yang paling radikal dengan memasukkan Tuhan, bahkan menyamakan Tuhan dengan agama tertentu.

Yesus mendorong para murid untuk melampaui batas- batas kebiasaan yang dibenarkan secara sepihak, dan bahkan dikekalkan, lalu diberlakukan untuk semua yang tidak serumpun dan berbeda keyakinan.

Terhadap institusionalisasi kekerasan yang dilegalkan, Yesus melakukan transformasi fundamental melalui dua tawaran mustahil, artinya bisa dilakukan dengan tidak melakukannya: mengasihi musuh dan berdoa baginya.

Terhadap dua tawaran ini muncul pertanyaan, mana mungkin mengasihi orang yang membawa ancaman bagi hidup saya atau pernah melakukan kekerasan terhadap saya?

Dalam bacaan pertama, St Paulus mengingatkan umat di Korintus bahwa kemalangan-kemalangan manusiawi hanya dapat diatasi dengan dengan apa yang dialaminya sebagai perbuatan-perbuatan ajaib dari rahmat Tuhan sendiri, yakni keyakinan bahwa Allah bekerja dan mentransformasi kesusahan-kesusahan yang dialami umat yang dilayaninya sehingga memampukan mereka mengambil bagian dalam hidup dan perbuatan-perbuatan ilahi Yesus sendiri.

Rahmat kasih dan doa, dikuatkan oleh iman akan Yesus mampu mengubah hati yang keras dan gelap menjadi terang dan lembut. Dengan berdoa kita berkomunikasi, masuk dalam relasi personal dengan Allah. Dengan berkomunikasi dengan Allah kita masuk ke dalam dan berelasi dengan kasih, karena ‘Allah adalah kasih.’

Sesungguhnya Yesus mentransendensi para murid-Nya untuk masuk dan mengalami misteri kesempurnaan Ilahi, dari mana kasih itu datang, kasih yang lebih luas dan merangkum semua anak-anak Allah, yakni kasih Bapa, penerbit matahari dan penurun hujan bagi semua orang.

 

Tuhan Yesus,

Terima kasih karena kasih dan doamu yang mampu mengubah permusuhan menjadi persahabatan, kebencian menjadi kasih dan keakraban, perang menjadi damai dan kebebasan oleh rahmat pengampunan dan belas kasihmu yang tiada batas! Amen.

Comments are closed.
Translate »