Pencitraan
2Kor 9:6-11; Mat 6:1-6.16-18
Pencitraan sudah menjadi persepsi umum, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di mana-mana. Orang melakukan pencitraan untuk meraih keuntungan politis dan ekonomis agar menjadi presiden, gubernur, bupati, direktur, dll. Di Indonesia ada profesor, rektor universitas, dan pegawai dengan ijazah-ijazah palsu. Pencitraan telah menjadi panglima kesuksesan.
Tetapi kesuksesan seperti ini palsu, dibuat-buat, tidak bertahan. Sama halnya dengan orang yang memberi agar dilihat dan puji. Berdoa di jalan-jalan atau di rumah ibadat dengan suara keras dan banyak kata-kata agar dilihat orang. Pura-pura puasa agar dianggap suci.
Kehidupan keagamaan yang dicirikan oleh kemunafikan ini harus dibasmi karena mengkhianati kebenaran dan tidak membawa kebahagiaan sejati. Sementara kebahagiaan sejati itu datang dari Allah: Your Father who sees what is hidden will repay you!
Semoga, teguran keras Yesus ini membuka mata kita agar lebih peka terhadap tawaran keselamatan Allah. Orang benar dikasihi Allah dan menjadi sahabat-Nya.