Kelimpahan pengalaman hidup dalam dan dengan Yesus kiranya bisa ditunjukkan dalam kehidupan nyata setiap hari.‏

Kelimpahan pengalaman hidup dalam dan dengan Yesus kiranya bisa ditunjukkan dalam kehidupan nyata setiap hari.‏

HARI JUMAD MINGGU KE 22
DALAM MASA BIASA
4 September, 2015

Kolose 1:15-20
Lukas 5:33-39

Saudara-saudariku terkasih,

Kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnology dewasa ini, tidak mustahil mendorong setiap orang ingin atau mau tidak mau coba mengalaminya, memiliki serta mempergunakan sesuatu yang baru itu; atau dengan mengalami sesuatu yang baru itu sangat mungkin akan dapat memberikan suatu perubahan yang radikal dalam hidup. Semuanya itu beralasan agar tidak dibilang ketinggalan kereta, ketinggalan zaman, kuno, kuper alias kurang pergaulan dan lain sebagainya. Sebagai misal, sekarang sudah begitu banyak orang mempergunakan cell phone keluaran terbaru dengan segala macam kemungkinan untuk mempermudah, membuat orang lebih enjoy, lebih banyak applications untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Atau juga kalau ada restoran yang baru, setiap orang akan berusaha untuk mencobainya, bahkan juga ada tempat-tempat wisata yang baru yang belum pernah dikunjungi…yang membuat orang merasa terdorong untuk berkunjung kesana.

Penasaran, rasa ingin tahu, rasa ingin memiliki, mengalami, menikmati dan lain sebagainya senantiasa meliputi suasana batin setiap orang yang mau mencobai sesuatu yang baru itu. Di satu pihak, perasaan-perasaan itu membuat orang yang akan menjalaninya bisa juga membuat mereka takut, cemas dan gelisah menghadapinya. Ddan di pihak lain karena memang orang merasa terdorong untuk membuat suatu perubahan dalam hidupnya dengan mempergunakan, mengalami, dan merasakan sesuatu yang baru itu. Untuk mengalami sesuatu yang baru dan bisa juga secara radikal harus mengadakan perubahan, tentu saja membuat orang harus benar-benar siap untuk menghadapi resiko dan tantangan-tantangannya menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi dari perubahan yang radikal itu.

Saudara-saudari terkasih,

Apapun perasaan anda mengahadapi perubahan-perubahan itu dalam hidup ini, sudah sangat pasti sikap dan perasaan yang sama telah dialami juga oleh para murid ketika mereka membuat keputusan untuk mengikuti Yesus. Rasa gelisah, takut, cemas, dan rasa tidak menentu apa yang akan terjadi sudah pernah mereka alami. Oleh karena itu tanggapan Yesus terhadap sikap kaum Farisi dalam bacaan Injil hari ini, mengingatkan kita dan menghantar kita untuk merenungkan lebih mendalam apa yang dimaksudkan dengan kata-kataNya: “Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menamblkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.”

Statement Yesus diatas itu berarti, bahwa setiap perubahan kecil sekalipun dalam kehidupan ini terutama keputusan anda untuk mengikuti Yesus bisa saja menimbulkan banyak hal yang perlu anda korbankan dan bisa juga membuat orang lain merasa tidak aman dan bimbang. Supaya bisa secara penuh mengalami suatu kehidupan yang baru bersama dan dengan Yesus, kita diminta untuk menyerahkan diri secara total kepadaNya, mengasihi dan mencintai Tuhan dengan segenap pikiran, tenaga dan yang harus dapat kita tunjukkan dalam kehidupan kita setiap hari. Misalnya setiap hari kita diminta untuk selalu membaharui diri kita mengikuti Yesus dalam sikap tobat, rela meninggalkan segala sesuatu yang merintangi keintiman kita dengan Yesus dalam perayaan Ekaristi, dan mau selalu berjalan bersama dan dengan Yesus dalam kehidupan ini… dalam menjawab panggilan hidup berkeluarga, dalam tugas panggilan sebagai imam, biarawan/ti, profesi apapun, dan atau dalam kehidupan kita diantara dan dengan orang lain.

Comments are closed.
Translate »