Mati sebelum berlabuh

Mati sebelum berlabuh

 

 

syrian baby in turkey shore

Colossians 1:24

Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Mehmet, seorang polisi pantai Turkey, berdoa, “semoga anak ini masih hidup!” Wajahnya mencium pasir dingin pantai Turkey. Namun saat Mehmet memegang bocah 3 tahun ini, tubuhnya sudah dingin membeku. Dia tenggelam dan mati bersama dengan ibu dan saudaranya.

Dia bernama Alan, pengungsi dari Syria, 3 tahun. Saudara laki-lakinya Ghalib, dan ibunya juga mati terdampar di pantai dekat pantai Bodrum, Turki, 6 hari lalu. Hanya Ayahnya seorang diri yang hidup. Saudara mereka Tima Kurdi tinggal di Canada. Keluarga Alan berharap kalau sudah menyebrang ke Yunani, mereka bisa melanjutkan perjalanan ke Canada. Sayang, maut menyambut mereka lebih dulu sebelum sampai di Turki.

Inilah sepenggal kisah sedih dari para imigran Syria yang sekarang membanjiri Eropa mencari suaka. Lebih dari 7000 migran sudah memasuki Jerman minggu ini, sebagian ditampung di sekolah-sekolah. Setidaknya hingga akhir tahun 2016, Jerman akan menerima 800.000 migran.

Bapa Suci meminta setiap paroki, setiap komunitas Kristen, dan setiap organisasi Katolik di Eropa bisa membantu dan menampung para migran ini. Vatican sendiri akan menerima 2 keluarga pengungsi syria di minggu depan ini.

Semoga makin banyak hati terbuka menerima para imigran ini demi mencari kehidupan yang lebih baik bagi masa depan anak-anak mereka.

Comments are closed.
Translate »