Mencari Kebahagiaan

Mencari Kebahagiaan

Saint Thomas Aquinas

Peringatan wajib Santo Thomas Aquinas

Dalam ajarannya tentang etika, Thomas Aquinas berpendapat bahwa tujuan dari seluruh tindakan manusia adalah mencari eudaimonia atau kegembiraan hidup. Kegembiraan dipahami sebagai keutuhan atau well-being, bukan hanya perasaan senang atau bahagia yang datang dan pergi. Untuk mencapai kebahagiaan orang perlu memiliki pengetahuan dan keutamaan moral yang membuat kita tahu apa arti sesungguhnya keutuhan hidup sehingga itu memotivasi orang untuk menggapainya.

Di sisi lain Aquinas juga yakin kalau orang tak akan pernah mencapai kebahagiaan penuh di dunia. Akhir dari kebahagiaan ada dalam kesatuan bahagia dengan Tuhan. Kesatuan ini tak mungkin dicapai hanya dengan usaha manusiawin saja karena manusia memerlukan Tuhan untuk mengubah kemanusiaan kita agar memiliki hakekat keilahian sehingga baru bisa bertemu dengan Tuhan.

Untuk mencapai kebahagian, manusia perlu memiliki 4 keutamaan kardinal. Keutamaan adalah kebiasaan hidup yang mengatur tindakan kita agar bekerja sebagaimana mestinya. 4 Keutamaan itu adalah bijaksana, keadilan, pengendalian diri, dan keberanian. Keempat itu disebut keutamana kardinal karena keutamaan lain ada tergantung pada 4 keutamana di atas.

Orang bisa bertindak dengan baik kalau memiliki kebijaksanaan. Menurut Aquinas, kebijaksanaan adalah kemampuan intelektual yang membuat orang bisa membuat penilaian yang sesuai dengan tujuan akhir yaitu kebahagiaan. Pengendalian diri berhubungan dengan kemampuan orang untuk tahu batas dan bisa berkata ‘cukup’, terutama dengan soal makanan, minuman, sex, dan kenikmatan lain.

Keberanian sebagai keutamaan diperlukan agar orang bisa menghadapi kesulitan dan ketakutan untuk melakukan apa yang baik. Keberanian membuat orang berani bertahan dalam situasi sulit demi mencapai tujuan akhir. Aquinas berpendapat kalau orang yang punya kehendak kuat tak akan mudah patah semangat dan lunglai karena stress dan kepedihan. Dia tak akan dikalahkan oleh rasa kecil hati.

Keadilan selalu berhubungan dengan sikap kita terhadap orang lain, terutama berkaitan dengan kehendak untuk memberikan apa yang menjadi hak seseorang. Ketika kita memberikan apa yang menjadi hak seseorang, kita bersikap adil. Ketika memberikan melebihi apa yang menjadi hak seseorang, kita bersikap murah hati. Yesus berkata pada para muridnya, “Jadilah murah hati, seperti Bapa adalah murah hati.”

Comments are closed.
Translate ยป