MENERUSKAN RAHMAT DAN BERKAT TUHAN UNTUK SESAMA DAN MEMUJI SERTA MEMULIAKAN KEBAIKANNYA.

MENERUSKAN RAHMAT DAN BERKAT TUHAN UNTUK SESAMA DAN MEMUJI SERTA MEMULIAKAN KEBAIKANNYA.

Jumat, 28 April, 2017

Kisah Para Rasul 5:34-42
Yohanes 6:1-15


Saudara-saudari terkasih,
    Sementara orang mungkin pernah berpikir bahwa: “saya tidak punya apa-apa yang baik untuk bisa saya kembalikan sebagai ucapan terimakasihku kepada Tuhan.” Pernyataan yang demikian membuktikan bahwa kita seringkali tidak memberi kesempatan kepada diri sendiri merefleksi apa yang telah Tuhan berikan kepada kita masing-masing. Sudah sangat pasti, “hidup” yang kita jalani ini adalah berkat dan rahmat Tuhan yang sangat besar. Karena kalau kita sering memikirkan bahwa kita tidak punya apa-apa untuk dipersembahkan kepada Tuhan dan sesama, malahan akan semakin sulit bagi kita menemukan berkat dan rahmat yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Oleh karena itu pertama-tama kita perlu mengakui bahwa kita telah dihadirkan kedalam dunia ini dalam keadaan yang baik, sehat lahir batin, dan kalau tidak kita pun perlu bersyukur bahwa kita boleh mendapat kesempatan untuk menerima kebaikan dari Tuhan melalui orang lain.
    Saya yakin bahwa anda pernah mengalami dan menerima kebaikan dan berkat Tuhan seperti bakat, kemampuan, talenta, kepandaian, atau mengalami dan menerima rahmat dan berkat Tuhan dari orang lain. Sangat mungkin anda punya ketrampilan, kemampuan untuk mendengarkan orang lain, bakat untuk bisa menanam atau berkebun. Terus terang ketika masih di Novisiat SVD di Ledalero, Maumere, Flores, saya samasekali tidak punya bakat untuk menanam atau memelihara tanaman. Pada waktu itu setiap frater Novis diberi kesempatan untuk merawat taman, setiap orang diberi sebagian kecil saja dari taman di seputar Novisiat itu. Karena saya tidak pernah bisa berhasil merawat taman, saya minta teman saya P. Soter Dino SVD (alm), teman kelas saya sejak di Seminari Menengah St. Yohanes Berchmans Mataloko, Flores, untuk membantu merawat taman bunga bagian saya. Dan saya bisa menggantikan tugasnya ngepel lantai disepanjang lorong kelas dan ruang tidur di Novisiat itu. Puji Tuhan, bahwa saya kalau ngepel lantai bisa bersih dan mengkilat… lumayan khan? Ada lagi pengalaman yang lain, ketika saya masih di Seminari menengah…waktu liburan saya pengin membantu bapa untuk menggembalakan sapi…tatapi sekali lagi saya tidak punya bakat untuk itu. Ketika sapi-sapi sudah masuk ke kandang saya melihat bapa bisa masuk diantara sapi-sapi itu mengelus-elus mereka, menunjukkan keakraban dengan sapi-sapi itu. Saya coba mendekat, malahan saya dikejar sapi, dan sayapun lari keluar kandang, ketakutan dan ditertawain oleh adik-adik saya. Mereka lalu bilang, sudahlah kakak, pulang saja ke rumah bantu mama siapkan makan malam untuk kita. Lalu saya pernah juga berpikir, “saya punya bakat apa ya?” Ternyata dengan mendengarkan panggilan Tuhan saya dapat berguna untuk berbuat sesuatu yang juga berguna untuk orang lain melalui tugas dan panggilan saya sebagai imam, berdoa, berkhotbah dan menghantar orang lain  kepada Tuhan. Semuanya itu tentu tidak dapat terjadi dan diperoleh secara instant, tetapi melalui suatu proses dan kerja keras.
    Kita kembali ke bacaan injil hari ini. “Yesus memberi makan lima ribu orang melalui mukjizat perbanyakan roti dan ikan.” Dua hal yang sangat significant dari peristiwa perbanyakan roti dan ikan itu yakni pertama, dari jumlah yang kecil (dari lima roti dan dua ikan saja) dan kedua, orang yang begitu banyak (lima ribu orang). Tetapi Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa dari dan dengan hal yang kecil bisa memberi arti yang sangat besar  bagi mereka yang sungguh membutuhkan. Orang banyak itu benar-benar sudah lapar setelah mendengar dan mengikuti Yesus seharian. Bakat dan kemampuan yang kecil sekalipun tetapi kalau bisa bermanfaat bagi orang lain pasti akan sangat besar artinya di mata Tuhan dan mereka yang menerimanya.
    Saya ingat akan ungkapan bahasa Inggris yang mengatakan: “God does not call the equipped, but he equips the called.” Dengan kata lain, bahwa kita datang tidak dilengkapi dengan segala sesuatu yang sudah siap jadi, tetapi kita  perlu masuk dalam suatu proses persiapan yang perlu untuk digunakan. Dengan  demikian kitapun perlu bersyukur kepada Tuhan yang telah mencurahkan rahmat dan berkatNya, bakat dan talenta kepada kita masing-masing, berapapun besarnya, tetapi bahwa kita telah diikutsertakan dan diberi kepercayaan untuk membagikan apa yang kita telah peroleh untuk orang lain dan untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Amin.

One thought on “MENERUSKAN RAHMAT DAN BERKAT TUHAN UNTUK SESAMA DAN MEMUJI SERTA MEMULIAKAN KEBAIKANNYA.

  1. Terima kasih Romo! Atas penjelasannya, saya lebih mengerti sekarang dengan Yesus memberi makan 5000 orang itu. Sbelumnya saya berpikir Yesus menunjukkan kuasanya mengadakan mukjizat itu , tetapi Romo perluas dengan memberi kepada orang yang sangat membutuhkan itu meskipun kecil tetapi sangat besar utk orang yg membutuhkan.

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »