Cancut Taliwondo

Cancut Taliwondo

Lubuk Hati 30 Mei 2018

Yak 4:13-17

“Cancut Taliwondo”

Kata St. Yakobus hari ini, “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Di sini kita bisa merenungkan, “Siapa yang tidak ingin melakukan apa yang dikehendaki Tuhan dalam hidupnya?” Semua orang beriman pasti mau melakukan kehendak Tuhan dalam hidupnya. Tetapi “mau” belum tentu bisa atau berhasil melaksanakan karena mau itu baru pada taraf ide dan kehendak sedangkan bisa atau berhasil melaksanakan itu berada pada taraf tindakan dan tingkah-laku.

Ada 4 tipe orang berkehendak baik dilihat dari keberhasilan mewujudkannya:

1. Berkehendak baik, namun gagal atau tak pernah mewujudkannya. Ini tipe orang yang lemah kehendak. Orang seperti ini hidup hanya dalam dunia ide maka bisa disebut sebagai tipe “Idealis.” Tipe seperti ini seperti yang ditegur oleh St. Yakobus, “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”

2. Berkehendak baik, melakukannya beberapa kali atau dalam beberapa saat, namun akhirnya berhenti melakukannya karena alasan-alasan tertentu. Ini adalah tipe “panas-panas tahi ayam” alias hanya punya energi sedikit untuk bertahan. Seringkali kehilangan harapan atau kurang dewasa sehingga mudah sekali “mogok” karena faktor eksternal, misalnya, salah paham dengan teman lalu tak mau lagi datang ke gereja.

3. Berkehendak baik, melakukannya secara terus-menerus dan konsisten sehingga menjadi bagian dari kebiasaan hidup. Orang seperti ini adalah tipe “Gatotkaca” yang dalam dunia pewayangan terkenal sebagai orang yang perkasa, berani dan sakti. Gatotkaca adalah figur di mana seseorang mempunyai kemampuan untuk membela kebenaran dan berani berkorban. Tapi tipe seperti ini punya tantangan yang sangat besar akan kesombongan diri dan pencarian pemenuhan kebutuhan pribadi. Tantangan seperti yang dikatakan oleh St. Yakobus, “Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.”

4. Berkehendak baik, melakukannya secara terus-menerus dan mampu bekerja sama dengan yang lain demi Tuhan dan Gereja. Ini adalah tipe “Cancut Taliwondo.” Cancut, dalam bahasa Jawa, berarti menyingsingkan lengan baju. Cancut Taliwondo berarti tidak berpangku tangan, mengerahkan seluruh kemampuan untuk bekerja dan mau bekerja sama yang lain demi sebuah tujuan yang baik. Semua hasil yang baik dari tindakan bersama yang baik di dalam komunitas dan keluarga dibangun. Versi panjang dari ungkapan “Cancut Taliwondo” ini adalah “Cancut taliwondo, rawe-rawe rantas, malang-malang putung” yang secara harfiah berarti menyingsingkan lengan baju dan “(tanaman) yang menjulur-julur harus dibabat sampai habis dan yang menghalang-halangi jalan harus dipatahkan.” Dengan demikian, ini bermakna

“berjuang bersama secara tekun dan segala sesuatu yang merintangi akan disingkirkan untuk mencapai tujuan.”

Ke-4 tipe ini ada di dalam hidup orang beriman. Hal yang perlu diingat, Kerajaan Allah di dunia ini adalah buah dari Roh Kudus yang ditanamkan dalam hati dan pikiran kita untuk diwujudkan dalam hidup keseharian kita. Diperlukan kehendak baik, tindakan baik dan kerja sama dalam membangunnya. Tuhan telah menanamkan kehendak baik dalam diri kita dan Ia ingin kita mewujudkannya demi Kerajaan-Nya di dunia ini. Dalam hal ini, Tuhan Yesus menghimpun komunitas para murid agar semuanya bekerja sama untuk membangun kerajaan Tuhan. “No man is an island.” Semua orang dipanggil untuk bekerja sama dan berkontribusi mewujudkan Kerajaan Allah.

Termasuk tipe manakah saya? Apakah saya tipe “Idealis,” “Panas-panas Tahi Ayam,” “Gatotkaca,” atau “Cancut Taliwondo”? Kita pasti tahu tipe mana yang dikehendaki Tuhan, dan itu berarti kita hendaknya mengarahkan diri ke sana. Selamat mengusahakan “cancut taliwondo.” Tuhan memberkati!

Comments are closed.
Translate »