Dengar….

Dengar….

Kamis, 23 April 2020

Kisah Para Rasul 5:27-33
Mazmur 34
Yohanes 3:31-36

Pemandangan alam di dekat Phoenix, Arizona, Amerika Serikat

Ada satu kata yang muncul dalam ketiga bacaan hari ini: dengar. Orang-orang Yahudi di Bait Allah mendengarkan kotbah para rasul tentang Yesus. Dalam Mazmur dikatakan Tuhan mendengar suara orang yang tertindas. Dan Injil Yohanes mengatakan bahwa Yesus yang telah melihat dan mendengar sendiri Allah Bapa lalu bersaksi tentangNya kepada semua orang. Tapi ada satu kata lagi yang berhubungan dengan mendengar: taat. Bahasa Latin taat, obedire, mempunyai akar kata audire atau mendengar (dari kata ini kita mendapat “audio”). Seseorang yang taat pertama-tama harus mendengar dengan baik.

Indera pendengaran kita merupakan salah satu yang selalu mencari sensasi atau perasaan. Tidak cukup cuma menonton TV, kita perlu melengkapi dengan surround sound system. Musik menjadi teman kita saat kerja, jalan-jalan, naik transportasi umum, atau mengendarai kendaraan. Saya sendiri kalau sedang olahraga merasa kalau ditambah musik akan tambah semangat. Di dunia modern kita sangat jarang menemukan saat di mana kita bisa terbebas dari kebisingan. Sangat sulitlah kita untuk taat pada Tuhan jika kita tidak bisa mendengar suaraNya.

Memang ada beberapa orang kudus yang dianugerahi mendapat komunikasi langsung dari Tuhan seperti berbicara dengan orang di depan kita. Tetapi sebagian besar dari kita pasti bertanya, kapan Tuhan berbicara sama saya? Bagaimana saya bisa mendengar suara Tuhan?

Dalam situasi wabah coronavirus ini, saya diberkati bisa tinggal di kota di mana terdapat banyak tempat alam terbuka yang bisa dikunjungi. Saya mencoba berjalan dengan tidak memakai earphone dan mendengar suara burung, kumbang, dan pepohonan yang tertiup angin. Teolog Fransiskan St. Bonaventura menyebutkan bahwa kita mempunyai dua buku: Buku Sabda (Kitab Suci) dan Buku Alam. Melalui alam ciptaanNya, Allah ingin menunjukkan kuasaNya sehingga manusia bisa mencintai dan memujiNya. Jika anda berkesempatan, lepaskanlah earphone anda, matikanlah speaker, cellphone, atau televise anda, dan dengarkanlah Tuhan yang rindu menyapa kita.

Comments are closed.
Translate »