KASIH ALLAH TERHALANG OLEH KESOMBONGAN
Selasa, 14 Juli 2020
Matius 11:20-24
Ketika Yesus hadir ke dunia, Dia membawa misi untuk menyelamatkan manusia. Mengapa manusia perlu diselamatkan? Karena manusia sudah terperosok sangat dalam di dalam dosa. Dimulai oleh Adam yang jatuh dalam dosa dan seterusnya berulang kali manusia jatuh dalam kelemahan dan dosa. Akibat dosa tersebut manusia terpisah dari Allah dan manusia ada dalam bahaya maut. Yesus datang dari Allah turun ke dunia menyelamatkan manusia dengan pengorbanan di atas kayu salib. ”Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena penganggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkan -Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.”(Rom 5:15).
Dengan berbagai cara Yesus meyakinkan kepada manusia agar mereka bertobat, kembali kepada Allah dan percaya kepada Yesus penyelamat. Cara yang dipakai untuk menyakinkan kepada manusia agar mereka kembali kepada Allah dengan cara hadir; mengajar, mengadakan banyak mujizat, dan puncaknya Dia berkorban di atas kayu salib untuk penebus dosa-dosa manusia. Dari atas kayu salib, Yesus berdoa untuk manusia yang menghianati cinta-Nya. “ Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”(Luk 23:34).
Apa yang telah dilakukan Yesus semata-mata untuk keselamatan manusia. Akan tetapi sebagian orang juga sulit menangkap dengan segala kasih dan kebaikan yang telah dilakukan Yesus untuk manusia. Penduduk Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum tidak percaya dan tidak mau bertobat, sekalipun di kota-kota tersebut, Yesus sering mengadakan mujizat. Yesus prihatin dan menegur mereka. “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.”(Mat 11:21).
Persoalannya adalah mereka menolak Yesus karena hati masih tertutup untuk Yesus. Hati tertutup karena banyak hal lain yang lebih menarik dan penting dari pada keselamatan jiwa mereka dan tawaran kasih dari Tuhan Yesus. Itulah bukti bahwa manusia sering kali bersikap sombong dan hal itu menjadi penghalang untuk bisa melihat segala kebaikan dan cinta Tuhan. Oleh karena itu agar seseorang siap menerima kasih Tuhan perlu kerendahan hati. “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu”(Yakobus 4:10).