Karena Ketegaran Hati

Karena Ketegaran Hati

Jumat, 14 Agustus 2020

PW. St. Maksimilianus Maria Kolbe

Bacaan I          Yeh 16: 1-15, 60, 63

Bacaan Injil    Mat 19: 3-12

“Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kalian menceraikan istrimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian”. Mari kita melihat kata “ketegaran hati” yang menjadi alasan Musa memaklumi tindakan Israel. Ketegaran hati adalah sikap yang mencerminkan tentang keras kepala, susah diatur dan merasa selalu benar. Ini menarik sebab setiap orang bisa terjatuh masuk ke dalamnya. Ketegaran hati berkaitan dengan pilihan mementingkan diri sendiri. Prioritas yang ada pada dirinya hanyalah mengejar keuntungan dan kenyamanan.

Kita bisa membaca dari berita betapa sudah banyak kejahatan terlahir dari bibit-bibit konflik berupa sikap keras kepala. Tidak mau mendengar orang lain, cenderung egois, mencari kenyamanan sendiri atau membenarkan diri sendiri, merupakan bentuk lumrah adanya sikap keras kepala. Tentu saja, keras kepala menjadi batu sandungan kebahagiaan dan kesejahteraan sosial. Misalnya, ada keluarga yang keras kepala tidak mau mematuhi protokol kesehatan ketika memakamkan anggota keluarganya yang terinfeksi covid-19. Ada pejabat pemerintah yang keras kepala mengatur publikasi informasi covid-19 demi pencitraan jabatannya. Kita pun mungkin pernah memiliki pengalaman keras kepala berhadapan dengan situasi tertentu. Orangtua yang keras kepala terhadap anaknya dan sebaliknya. Murid yang keras kepala terhadap gurunya dan sebaliknya. Hal itu menandakan betapa kita masih lemah. Kita masih mudah terjatuh pada persoalan ketegaran hati, soal keras kepala sebagaimana yang dikritik Yesus dalam Injil hari ini.

Cara terbaik untuk menghilangkan keras kepala hanyalah kesadaran untuk rendah hati. Mau mendengarkan, memahami, berdiskusi, berbagi dan sebagainya, merupakan keterbukaan diri untuk mengubur kecenderungan keras kepala dalam diri masing-masing. Kita belajar dari Yesus yang mau secara rendah hati melayani dan mendengar orang-orang. Bahwa kekuatan kasih akan memampukan kita menjadi pribadi yang lebih baik. Mari, kita usahakan diri untuk lunak dan rendah hati agar menjadi hilanglah potensi-potensi sikap keras kepala dan tegar hati.

Comments are closed.
Translate »