Gregorius Agung

Gregorius tidak dikenal sebagai orang yang cukup kuat pemikiran refleksi dan ajaran teologinya. Ajaran dan pengaruh intelektualnya tidak sebesar Agustinus atau Athanasius. Dia lebih serupa seperti Ambrosius. Gregorius sebagai uskup agung Roma dikenal dari ajaran dan kebijaksaannya dalam menanggapi persoalan jemaat.
Kebesarannya dikenal dalam soal administrasi Gereja. Dia berasal dari keluarga aristrokat. Kehadirannya dalam Gereja ada dalam saat yang tepat dan kesempatan yang dibutuhkan orang kala itu.
Dia mengirim para imam dan misionaris sampai Inggris dan Yunani. Dia juga dikenal sebagai seorang tokoh Liturgi Gereja. Musik Gereja dikenal dengan namanya, Gregorian. Karya utama original dari Gregorius adalah pastoral care, pelayanan pada jemaat sampai pelosok.
Dia dikenal karena keinginannya untuk dekat dengan Allah, dan surga. Dia menyebut diri sebagai “servus servorum Dei”. Pelayan dari para pelayan Allah. Ia melayani jemaat penuh dengan kerendahan hati, dan keutamaan. Kepemimpinan Gereja diberi makna khusus dengan pelayanan pada sesama.
Tahun 590, Gregorius menjadi uskup dan Roma saat itu dilanda perang serta bencana hebat. Dia menulis surat pastoral sekitar 850 buah. Dari sana kita mengenal Gregorius sebagai seorang Paus yang tangguh dalam berpastoral, menyediakan makanan bagi jemaat di Roma di saat perang, serta kemampuannya bernegosiasi dengan musuh, kaum barbar. Dia juga menumbuhkan imam-imam yang mumpuni dan bersedia bekerja giat. Dia menuntut para imam untuk setia, menjalankan tugas pelayanan dengan baik serta menumbuhkan sikap disiplin pada para pelayan Gereja.
Semoga para pemimpin umat mampu menjadi pelayan yang menjangkau orang banyak, memahami persoalan dan bisa menjawab persoalan dunia dengan cerdas.