St. Maria Magdalena
John 20:1-2. 11-18.
Ungkapan Latin: “Nomen es omen”, artinya “nama adalah tanda”. Kita masing-masing memiliki nama. Di balik nama seseorang ada arti, makna tertentu bagi orang itu.
Hari ini kita merayakan salah satu orang kudus di dalam Gereja dengan nama Maria Magdalena.
Injil memberi tahu kita bahwa ia adalah seorang wanita pendosa, darinya Yesus mengusir keluar tujuh setan. Maria yang berarti Maestra, merujuk pada Gereja sebagai Bunda bagi semua orang; dan Magdalena yang dalam bahasa Yunani berarti “menara” (St. Bede), adalah saksi pertama Kebangkitan Kristus dengan credonya: “Aku telah melihat Tuhan”.
Perayaan hari ini mengingatkan kita bahwa kita semua adalah orang-orang berdosa yang selalu dalam pencarian akan Tuhan. “Maria” adalah suara Sang Juruselamat.
Di balik kesedihan dan dukanya, Tuhan memanggil namanya untuk bangkit. Untuk keluar dari kubur kesedihan dan keputusasaan. Inilah suara yang membawa sukacita dan damai. Suara kebangkitan. “Maria” adalah suara Tuhan yang memanggil dan mendapatkannya kembali.
Pencarian Maria Magdalena adalah pencarian kita semua akan hidup, yakni Tuhan itu sendiri.
Kita berdoa terutama pada masa-masa krisis ini agar kita tidak pernah putus asa melainkan selalu menaruh harapan akan Tuhan sumber kebenaran dan sukacita sejati.