Renungan, 14 November 2013

Renungan, 14 November 2013

Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. (Lukas 17:20-25)

Bacaan injil hari ini membawa banyak tafsiran yang berbeda bagi beberapa kelompok atau sekte. Ada kelompok yang menafsirkan kedatangan kerajaan Allah sebagai akhirnya dunia ini sehingga mereka memilih untuk membunuh diri secara masal; Orang-orang Farisi di jaman Yesus, menafsirkan kerajaan Allah sebagaimana kerajaan duniawi.  Harus ada seorang raja yang mampu mengubah situasi di masyarakat.

Bagi Yesus, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dengan penyataan ini,  Yesus  sesungguhnya mau mengajak orang-orang farisi untuk tidak mencari Kerajaan Allah secara lahiria, tetapi sebaliknya harus menemukan kerajaan Allah dalam diri kita. “Kerajaan Allah ada di antara kamu.”

Pertanyanya? Dimana kita menemukan kerajaan Allah? Kerajaan Allah bisa ditemukan apabila kita hidup dalam kasih sejati. Kasih akan Allah dan sesama tanpa ada pamrih. Kasih akan Allah harus dihayati dalam kasih akan sesama. Mengasihi sesama, tidak hanya mencintai orang yang mencintai kita saja tetapi juga orang yang mengecewakan kita. Jika kita mengasihi sesam kita sebagaimana adanya mereka maka Allah akan sungguh hidup dan kerajaan Allah akan menjadi nyata.

Comments are closed.
Translate »